Tag: Keselamatan Kerja
Jangan Abai! Inilah Perlengkapan Wajib Saat Pasang Panel Surya
By Admin
Pemasangan panel surya merupakan pekerjaan yang menuntut kepatuhan terhadap standar keselamatan. Termasuk pada saat pemasangan di rooftop ataupun ground mounted. Proses instalasi ini melibatkan kerja di ketinggian serta memerlukan perhatian khusus untuk menghindari risiko kecelakaan.
Untuk memastikan keselamatan, setiap pekerja wajib dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai. Penggunaan peralatan yang sesuai tidak hanya melindungi pekerja dari potensi bahaya, tetapi juga memastikan bahwa pemasangan panel surya dilakukan dengan kualitas yang optimal.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, berikut perlengkapan wajib yang harus digunakan oleh setiap pekerja saat melakukan pemasangan panel surya :
- Safety Helmet
Safety Helmet merupakan perlindungan utama bagi kepala saat bekerja di proyek pemasangan panel surya. Helm ini wajib digunakan untuk melindungi pekerja dari risiko bentuk, objek yang jatuh, atau bahaya lainnya yang mungkin terjadi di area kerja.
- Safety Glasse
Saat memasang panel surya, pekerja rentan terhadap debu, serpihan ataupun percikan material yang bisa mengenai mata. Oleh karena itu, pelindung mata menjadi APD yang wajib untuk digunakan.
- Safety Gloves
Safety Gloves melindungi pekerja dari bahaya fisik seperti benda tajam, panas atau bahan kimia selama pemasangan panel surya. Berbagai jenis sarung tangan diplih sesuai dengan jenis pekerjaan, sarung tangan tebal diperlukan untuk melindungi dari benda tajam, sementara sarung tangan isolasi wajib digunakan dalam pekerjaan yang melindungi dari sengtan listrik.
- Safety Shoes
Sepatu khusus digunakan untuk melindungi kaki dari benda tajam yang bisa jatuh selama proses instalasi. Penggunaan tersebut dapat membantu dalam mencegah cedera pada kaki dan memastikan kenyaman selama bekerja, melindungi kaki dari benda tajam, tergelincir, dan aliran listrik.
- Wearpack
Pakaian pelindung yang dirancang untuk melindungi seluruh tubuh dari risiko mekanis. Bentuknya berupa jumpsuit (baju terusan) yang didesain untuk kenyamanan serta mobilitas pekerja. Dilengkapi dengan kantong sehingga memudahkan untuk membawa alat ataupun peralatan penting selama bekerja.
Penggunaan APD yang lengkap dan sesuai standar sangat penting untuk menjaga pekerja tetap aman selama pemasangan panel surya. Dimulai dari Helm, sarung tangan, hingga sepatu pelindung.
Dengan mematuhi protokol keselamatan, risiko kecelakaan dapat diminimalkan dan produktivitas proyek tetap terjaga. Keselamatan kerja harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan proyek, demi keberhasilan dan kesejahteraan semua pekerja. Karena Safety Is SEI Priority!
Recent Posts
Medical Check Up : Bentuk Komitmen Perusahaan Wujudkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
By Admin
Bandung (09/09/2024), sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), PT Surya Energi Indotama sebuah perusahaan pionir dalam bidang energi terbarukan mengadakan program Medical Check Up untuk karyawan yang bertempat di SEI bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pindad.
Dalam pelaksanaanya, program ini dibagi menjadi tiga kategori yaitu kategori pertama diperuntukkan bagi karyawan berusia di atas 40 tahun atau yang memiliki komorbid, kategori kedua ditujukan untuk pejabat struktural perusahaan dan kategori ketiga adalah untuk jajaran Direksi.
Harapan dari adanya program ini adalah untuk memastikan seluruh karyawan senantiasa dalam kondisi sehat dan prima, sehingga dapat memberikan performa terbaik bagi perusahaan. “Medical Check Up ini selain untuk memenuhi kewajiban perusahaan sesuai dengan perjanjian kerja bersama tetapi juga merupakan bentuk komitmen untuk memastikan semua karyawan dalam kondisi sehat dan prima. Sehingga dapat meningkatkan performa dan produktifitas karyawan yang berdampak positif bagi perusahaan” ujar Fajar Miftahul Falah, Direktur Teknik dan Operasi yang juga merangkap sebagai Ketua Komite Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
Kesehatan dan keselamatan kerja bukan hanya sebuah keharusan, melainkan juga sebuah prioritas yang tak bisa ditawar. Maka dari itu SEI mengajak seluruh pihak baik dari kalangan industri maupun masyarakat umum, untuk bersama-sama memprioritaskan kesehatan dan keselamatan kerja sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Bersama, mari kita wujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berdaya saing untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Karena Safety Is SEI Priority!
Recent Posts
Simulasi Tanggap Darurat, Pentingkah?
By Admin
Beberapa waktu yang lalu tim HSE SEI menyelenggarakan simulasi tanggap darurat gempa bumi dan kebakaran diwaktu yang berbeda. Dan tahukah teman – teman seberapa pentingnya simulasi tanggap darurat atau seringkali dikenal dengan istilah Emergency drill ?? Yuk kita simak pembahasannya kali ini!
Emergency drill atau Simulasi Tanggap Darurat
dimaksudkan untuk memfasilitasi dan mengatur tindakan perusahaan dan karyawan perusahaan selama keadaan darurat yang terjadi di tempat kerja dan hal tersebut sangat direkomendasikan untuk dilakukan oleh sebuah perusahaan. Rencana darurat yang dikembangkan dan disusun dengan baik serta adanya pelatihan bagi para karyawan dengan tepat sehingga masing – masing karyawan dapat memahami peran dan tanggung jawabnya dalam kegiatan simulasi tanggap darurat.
Penyelenggaraan simulasi tanggap darurat dapat meminimalisir resiko seperti mengurangi cedera yang parah dan mengurangi kerusakan pada fasilitas perusahaan selama keadaan darurat terjadi. Tanpa perencanaan yang baik, tentu akan banyak resiko yang perusahaan hadapi seperti suasana yang gaduh, tidak terorganisir sehingga mengakibatkan kebingungan, cedera, resiko terkena penyakit akibat paparan bahan kimia, biologi dan atau radiasi termasuk kerusakan properti perusahaan.
Tentunya kita tak ingin hal tersebut terjadi, maka dari itu perusahaan melalui Tim HSE sangat concern dan senantiasa menjadwalkan program emergency drill di setiap tahun nya. SEI sebagai perusahaan dengan jumlah karyawan ratusan tentu diwajibkan untuk memilik rencana operasional khususnya dalam mengantisipasi tindakan darurat, yang mana rencana tersebut harus mencakup :
- Metode dan atau prosedur pilihan untuk melaporkan kebakaran dan keadaan darurat lainnya;
- Prosedur keadaan darurat serta penetapan rute, seperti denah lantai, peta tempat kerja, dan area aman atau perlindungan;
- Prosedur untuk memperhitungkan semua karyawan setelah evakuasi, seperti menentukan lokasi berkumpul, misalnya, area aman atau perlindungan;
- Petugas atau person in charge baik di dalam maupun di luar perusahaan yang dapat dihubungi untuk informasi tambahan atau penjelasan tugas dan tanggung jawab berdasarkan rencana darurat;
- Prosedur bagi karyawan yang tetap melakukan atau mematikan operasi instalasi penting, mengoperasikan alat pemadam kebakaran, atau melakukan layanan penting lainnya yang tidak dapat dihentikan untuk setiap alarm darurat sebelum evakuasi;
- Tugas penyelamatan dan medis bagi setiap karyawan yang ditunjuk untuk melaksanakannya;
- Menunjuk satu atau lebih orang yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat yang mempunyai pengetahuan tentang bahaya dan proses di fasilitas dan memastikan informasi kontak mereka dapat diakses dengan cepat selama keadaan darurat;
- Menunjuk karyawan yang bertanggung jawab untuk menginventarisasi dan memelihara peralatan dan perlengkapan darurat;
- Menyertakan deskripsi sistem alarm dalam rencana darurat yang akan digunakan untuk memberitahukan seluruh karyawan untuk melakukan evakuasi dan melakukan tindakan lainnya. Bunyi alarm yang digunakan untuk tindakan harus berbeda dari jenis alarm lainnya seperti bunyi klakson, sirene, atau bahkan sistem alamat publik;
- Mengidentifikasi lokasi fasilitas komunikasi alternatif yang akan digunakan apabila fasilitas utama tidak dapat diakses karena keadaan darurat, seperti kebakaran atau ledakan;
- Menyimpan salinan asli atau duplikat dokumen penting perusahaan di lokasi yang aman di dalam atau di luar lokasi.
Nah, jika semua rencana atas kegiatan emergency drill atau simulasi tanggap darurat sudah dilakukan urut sesuai pedoman yang berlaku, maka tahapan selanjutnya yang perlu teman – teman ketahui adalah bagaimana tips sukses untuk melakukan latihan darurat, mari kita simak kembali pembahasannya :
Tips Untuk Melakukan Latihan Darurat Yang Sukses
Melakukan latihan darurat yang efektif melibatkan lebih dari sekedar membunyikan alarm dan mengarahkan karyawan untuk keluar dari gedung, berikut tips yang dapat kita lakukan untuk memastikan latihan darurat berhasil dan bermanfaat :
- Skenario yang realistis dan relevan
Jenis latihan darurat harus relevan dengan tempat dan lokasi perusahaan, misalnya, jika lokasi perusahaan berada di daerah rawan gempa, maka melakukan latihan gempa merupakan tindakan yang tepat atau jika ruangan perkantoran memiliki gedung bertingkat tinggi maka latihan kebakaran yang mencakup prosedur evakuasi melalui tangga akan sangat penting, dst ;
- Komunikasi yang Jelas
Berikan instruksi sebelum, selama, dan setelah latihan simulasi tanggap darurat. Hal ini termasuk memberi tahu semua orang bahwa latihan sedang berlangsung, skenarionya, dan apa yang diharapkan dari mereka. Setelah latihan, berikan umpan balik tentang bagaimana latihan tersebut berjalan dan perbaikan apa yang dapat dilakukan.
- Latihan Kejutan
Meskipun latihan terjadwal itu penting, latihan kejutan bisa lebih efektif dalam mempersiapkan karyawan menghadapi keadaan darurat. Mereka dapat membantu mengidentifikasi tantangan real-time dan area kebingungan yang harus diatasi;
- Libatkan Semua Orang
Semua karyawan harus berpartisipasi dalam latihan untuk memastikan mereka memahami prosedur darurat, mencakup dari pucuk pimpinan hingga karyawan level bawah;
- Peran yang Ditunjuk
Tetapkan peran tertentu kepada karyawan, seperti koordinator lantai, petugas pertolongan pertama, dll. Hal ini untuk memastikan bahwa tugas-tugas penting dilaksanakan dan memberi individu rasa tanggung jawab selama keadaan darurat.
- Uji Beberapa Skenario
Jangan membatasi pada satu jenis keadaan darurat. Meskipun latihan kebakaran merupakan hal yang umum, penting juga untuk melakukan latihan untuk skenario lain seperti gempa bumi, banjir, atau situasi lainnya yang menyesuaikan dengan lokasi dan jenis bisnis perusahaan;
- Briefing, Pelajari dan Feed Back
Setelah latihan simulasi tanggap darurat diadakan, kegiatan simulasi dapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi sebagai bahan evaluasi termasuk meminta feed back dari karyawan sebagai masukan dan wawasan yang berharga untuk kelancaran kegiatan simulasi tanggap darurat;
- Perbarui Rencana Darurat
Selalu up date rencana darurat perusahaan yang telah disusun sesuai dengan perkembangan dan kondisi perusahaan, seperti memperbarui rute evakuasi, meningkatkan metode komunikasi, atau memberikan pelatihan tambahan kepada karyawan.
Tips diatas akan mendukung kelancaran dari pelaksanaan latihan tanggap darurat, dan yang perlu di tekankan dalam kegiatan ini kerjasama antar seluruh pihak tentunya menjadi point utama untuk mencapai keberhasilan yang diharapkan.
Perlunya kesadaran dari manajemen perusahaan hingga karyawan tentang pentingnya kegiatan emergency drill harus senantiasa ditumbuhkan, keselamatan menjadi point utama perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya serta menjadi tanggung jawab seluruh civitas di dalamnya….Safety is SEI priority!